Perempuan Aktivis Pembela HAM

Turun Tangan

17 Mar 2021

Perjuangan dalam menegakkan hak asasi di Indonesia tidak terlepas dari usaha yang dilakukan oleh para aktivis yang teguh memperjuangkannya. Mereka pantang menyerah, berani membela tanpa sedikit pun takut pada ancaman. Yuk, kita kenali beberapa perempuan aktivis yang ada di Indonesia

 

1.     Sumarsih

Pencetus Aksi Kamisan

Tragedi Semanggi adalah peristiwa naas yang membuat Sumarsih kehilangan putra pertamanya, Wawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tertembus peluru tajam saat memperjuangkan reformasi. Sumarsih adalah sosok yang gigih dan sangat berani memperjuangkan hak asasi putranya. Hampir 23 tahun yang lalu sejak peristiwa tersebut terjadi, hingga kini Sumarsih dan pejuang HAM lainnya menuntut keadilan dalam Aksi Kamisan. Aksi yang tak pernah lelah.

 

2.     Suciwati

Perempuan Tangguh Pejuang HAM

Beliau adalah istri dari Munir, seorang aktivis HAM yang meninggal diracun di dalam pesawat saat perjalanannya ke Belanda. Sejak kematian Munir pada tahun 2004 lalu, Suciwati tak pernah menyerah sedikit pun untuk mendapatkan keadilan di mata hukum. Perjuangannya membuat publik menjulukinya sebagai perempuan tangguh karena telah membuka mata dunia betapa pentingnya penegakan HAM di Indonesia.

 

3.     Marsinah

Pahlawan Kaum Buruh

Marsinah adalah pejuang hak-hak buruh di Indonesia yang dikenal juga oleh dunia meski beliau telah tiada. Kematian Marsinah di usia 24 tahun adalah potret buruk kekerasan terhadap perempuan, penyiksaan, hingga menghilangkan nyawa orang lain pada masa itu. Marsinah dikenal sebagai sosok buruh yang progresif, berani, dan tidak ingin mengalah begitu saja kepada nasib walaupun lahir dari keluarga tak mampu.

 

Itulah diantaranya perempuan luar biasa yang memperjuangkan hak-hak asasi di Indonesia. Semoga perjuangan para perempuan aktivis tidak sia-sia, dan kalian bisa ikut andil juga dalam membawa perubahannya ya.

 

TurunTangan mengajak kalian untuk belajar lebih dalam lagi tentang dunia aktivis melalui Instagram Live Bersama Candra Mertha (LBH Bali) “Menjadi Perempuan Pembela HAM”. Rabu, 17 Maret 2020 pukul 17.00 – 18.00 WIB.