Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional bersama TurunTangan Palu dan Donggala

TurunTangan Palu

22 Feb 2021

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati pada setiap tanggal 21 februari oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penetapan tanggal tersebut dimaksudkan untuk mengenang peristiwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang menelan ratusan korban. Kala itu terjadi peristiwa longsor yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta ledakan gas metana sehingga menimbulkan longsoran sampah yang menimbun 2 Kampung. Selain itu, peringatan ini juga dimaksudkan sebagai dorongan bagi masyarakat untuk semakin peduli akan sampah.

 

Sebagai bentuk aksi dalam memperingati HPSN 2021, TurunTangan Palu mengajak para relawan untuk bersama-sama membersihkan sampah di Jalan Manggis, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu pada hari Senin, 22 Februari 2021 pukul 10.00 WITA - Selesai. Pemilihan lokasi pembersihan dilatarbelakangi oleh lokasi tersebut merupakan daerah dampak likuifaksi yang terjadi di kota Palu, tahun 2018 silam. Terdapat jalan poros yang berlokasi di sana sehingga tidak layak untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. Selain itu, Tanda larangan agar tidak membuang sampah telah terpasang di lokasi tersebut, namun masih banyak masyarakat masih melanggar. Dapat kita ketahui bahwa kesadaran masyarakat masih sangat kurang dalam menjaga lingkungan.

 

“Rencana kami adalah membersihkan lokasi likuifaksi, disana kan banyak mayat yang belum ditemukan tapi saat ini sudah dijadikan tempat pembuangan sampah. Walaupun sudah ditulis dilarang membuang sampah karena masih ada mayat yang belum ditemukan,” ujar Inggrit, Koordinator TurunTangan Palu.

 

Tidak hanya itu, TurunTangan Donggala juga memperingati HPSN dengan mengadakan kegiatan pembersihan di Kelurahan Kabonga Besar pada Senin, 22 Februari 2021 dimulai dari pukul 14.00 WITA. TurunTangan Donggala dengan warga setempat berkolaborasi untuk membersihkan daerah pemukiman di sekitar TPA. Kegiatan ini didasari oleh keresahan TurunTangan Donggala terhadap kesehatan dan lingkungan hidup warga di sekitar TPA. Warga mengatakan bahwa sudah jarang sekali Dinas Kesehatan maupun Dinas yang berhubungan dengan lingkungan untuk memperhatikan warga.

 

“TPA tersebut sangat berdekatan dengan rumah warga. Oleh karena itu kami lebih mengutamakan pembersihan di pemukiman warga yang tinggal di sekitar TPA dibandingkan dengan membersihkan pantai. Masih sedikit sekali relawan yang pergi kesana untuk membantu masyarakat di sana. Kami berharap dengan kegiatan ini pemerintah maupun relawan lain juga dapat memperhatikan masyarakat di kawasan TPA karena kita ketahui bahwa sampah adalah sarang penyakit,” Ujar Bayu, salah satu relawan TurunTangan Donggala.

Dengan ini TurunTangan berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan sampah yang berada di sekitar mereka dan mengajak untuk selalu peduli dengan kebersihan.